Pembelajaran Daring
Penulis adalah seorang pendidik di lingkungan Dindikpora kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah sejak 2009.
Riwayat pendidikan
D II (2007)
S1. (2011)
Riwayat pekerjaan
2009-2017 di SD Negeri 1 Sinduaji
2017-sekarang di SD Negeri 2 Beji
Aktif di blogger sejak 2013.
Mengamati Tanaman Petani
Pada usia sebulan setelah masa tanam, padi mengalami pertumbuhan yang signifikan. Daunnya sudah menghijau dikarenakan akar baru sudah tumbuh dan mulai bekerja menyerap nutrisi dari tanah. Di masa ini kebutuhan akan air cukup banyak untuk mengangkut nutrisi dari akar ke bagian daun.
Setelah sebelumnya mengamati tanaman padi setelah tanam, kini mengamati tanaman padi pada usia kurang lebih sebulan. Di area persawahan penduduk memang tanamannya tidak berumur sama. Perbedaan jenis tanaman dengan waktu panen yang berbeda , menjadikan waktu penanaman tidak serentak. Disamping faktor yang seperti kesiapan petani dalam mengolah lahannya. Meskipun demikian , mengamati tanaman pada periode tertentu memberikan pengalaman berharga bagi anak usia SD.
Bukan hanya melihat tanaman dengan warna daun hijau tua , tetapi merasakan udara segar di area persawahan memberikan pengalaman dan sensasi yang akan terkenang bagi anak. Ia akan merasakan keras lunaknya tanah di pematang sawah, serta melihat langsung rumput yang tumbuh di area persawahan. Rumput gulma yang tumbuh di area persawahan berbeda dengan rumput yang tumbuh di perkebunan salak milik orang tuanya.
Penulis adalah seorang pendidik di lingkungan Dindikpora kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah sejak 2009.
Riwayat pendidikan
D II (2007)
S1. (2011)
Riwayat pekerjaan
2009-2017 di SD Negeri 1 Sinduaji
2017-sekarang di SD Negeri 2 Beji
Aktif di blogger sejak 2013.
Dimensi Komunikasi
Penulis adalah seorang pendidik di lingkungan Dindikpora kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah sejak 2009.
Riwayat pendidikan
D II (2007)
S1. (2011)
Riwayat pekerjaan
2009-2017 di SD Negeri 1 Sinduaji
2017-sekarang di SD Negeri 2 Beji
Aktif di blogger sejak 2013.
Permen dan Matematika
Penulis adalah seorang pendidik di lingkungan Dindikpora kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah sejak 2009.
Riwayat pendidikan
D II (2007)
S1. (2011)
Riwayat pekerjaan
2009-2017 di SD Negeri 1 Sinduaji
2017-sekarang di SD Negeri 2 Beji
Aktif di blogger sejak 2013.
Dawet Ayu
Penulis adalah seorang pendidik di lingkungan Dindikpora kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah sejak 2009.
Riwayat pendidikan
D II (2007)
S1. (2011)
Riwayat pekerjaan
2009-2017 di SD Negeri 1 Sinduaji
2017-sekarang di SD Negeri 2 Beji
Aktif di blogger sejak 2013.
Air Leri Sebagai Anugerah
Nasi beras yang menjadi makanan pokok masyarakat mengalami beberapa perlakuan. Sejak proses pemetikan sampai menjadi makanan yang siap dihidangkan di meja makan. Proses panjang dari penanaman dan sebelumnya dilakukan petani padi dengan berbagai aktifitas yang terkadang melibatkan banyak pihak. Maka sebagai insan yang beriman, biasanya masyarakat sebelum makan berdoa memohon berkah bukan hanya bagi dirinya melainkan bagi banyak orang.
Meskipun tidak semua orang menanam padi, namun hampir semua orang memakan nasi beras yang berasal dari tanaman padi. Sekarang dengan alat listrik proses menanak nasi lebih mudah. Pengerjaannya juga lebih cepat. Secara umum prosesnya meliputi: menakar beras yang akan dimasak, mencucinya, kemudian memasaknya.
Menakar beras sebelum dimasak diras penting dengan pertimbangan ekonomi, menyesuaikan kebutuhan rumah tangga akan nasi dalam sehari, agar nasi yang sudah dibuat nantinya tidak terbuang percumah. Coba kita bayangkan, jika dalam satu hari satu keluarga mengonsumsi 1 kg beras, maka setiap bulan membutuhkan 30 kg beras. Jika dikalikan dengan setahun pula, mencapai angka 365 kg. Mencuci beras sebelum memasaknya perlu dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan. Selanjutnya memasak menggunakan "rice cooker" atau sejenisnya, dengan menyesuaikan volume beras dengan volume air. Ini bertujuan mendapatkan hasil yang sesuai dengan keinginan kita. Nasi yang dibuat tidak terlalu keras juga tidak terlalu lembek. Sebagian mungkin masih menggunakan peralatan tradisional dalam memasak nasi. Dengan cara tradisional nasi yang hasilkan dipercaya lebih enak dan lebih sehat.
Selain petani, biasanya beras yang dimasak diperoleh dengan cara membeli dari penjual. Adapun uang digunakan untuk membelinya berasal dari hasil kerja atau usaha yang dilakukan. Usaha yang dilakukan boleh jadi pada sektor perdagangan maupun sektor lain. Kita tentunya sepakat bahwa uang yang kita dapatkan merupakan rezeki dari Tuhan yang harus disyukuri. Cara mensyukurinya secara lisan dengan mengucapkan "hamdalah" serta menggunakan rezeki tersebut untuk hal bermanfaat. Pendek kata tidak menyia-nyiakan rezeki yang kita terima.
Beras memiliki bagian luar yang disebut kulit ari. Kulit ari dipercaya terdapat vitamin didalamnya, yang baik untuk kesehatan tubuh. Namun jika tidak hati-hati dalam mencuci beras kulit ari mungkin akan hanyut bersama air cucian beras. Bagaimana untuk memanfaatkannya agar rezeki yang diterima tidak terbuang percumah? Salah satu yang dapat dilakukan adalah menjadikan air bekas cucian beras sebagai aset berharga untuk tanaman. Sebenarnya pemanfaatan air bekas cucian beras sudah dilakukan orang tua kita sejak dulu, namun masih terbatas pada beberapa aktivitas 'tertentu'. Jika setiap kali mencuci beras, airnya dimanfaatkan dengan baik untuk tanaman, sebenarnya ia merupakan anugerah dari Tuhan yang harus disyukuri juga. Namun, untuk efektifitasnya dalam penyimpanan, tidak semua air bekas cucian beras. Cukup air cucian pertama , kedua, ketiga saja yang disimpan. Ambil dan simpan dalam botol atau jerigen untuk keperluan tanaman kesayangan kita.
(Jelang subuh)
Penulis adalah seorang pendidik di lingkungan Dindikpora kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah sejak 2009.
Riwayat pendidikan
D II (2007)
S1. (2011)
Riwayat pekerjaan
2009-2017 di SD Negeri 1 Sinduaji
2017-sekarang di SD Negeri 2 Beji
Aktif di blogger sejak 2013.
POC dari LRT
Limbah Rumah Tangga berupa sisa sisa sayuran yang tidak terpakai dipotong-potong kecil, dimasukkan ke botol plastik bekas kemudian disiram air leri yaitu air bekas cucian beras.
Sisakan ruang dalam botol kira-kira 1/4 bagian dan tutup rapat. Ruang 1/4 bagian botol dibiarkan berisi udara dengan tujuan agar ketika dibuka tidak tumpah. Biasanya sisa tumbuhan yang dicampur dengan air leri akan menghasilkan gas. Itulah sebabnya disediakan ruang agar gas yang dihasilkan memiliki ruang di dalam botol.
Sesekali buka tutup botol untuk mengeluarkan gas agar tidak meledak. Kemudian tutup kembali dengan rapat untuk menghindari serangga masuk dan bertelur di dalam botol. Proses ini dilakukan berulang kali di permulaan, ketika produksi gas cukup banyak. Setelah produksi gas menurun atau bahkan sudah tidak memproduksi gas lagi, maka botol tersebut cukup dibiarkan tanpa dibuka tutupnya sampai terbentuk pupuk organik cair (POC).
POC yang dihasilkan dari sisa sayuran baik digunakan untuk memberikan nutrisi bagi tanaman. Khususnya tanaman sayur. Gunakan untuk keperluan tanaman kesayangan di halaman. Hal sepele namun bermanfaat untuk mendapatkan sayuran organik, hanya dengan memanfaatkan LRT untuk tanaman dalam pot di pekarangan merupakan ide yang baik untuk dikembangkan. Memberikan pengalaman ini kepada anak-anak merupakan satu bentuk proses pendidikan yang berwawasan lingkungan.
Penulis adalah seorang pendidik di lingkungan Dindikpora kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah sejak 2009.
Riwayat pendidikan
D II (2007)
S1. (2011)
Riwayat pekerjaan
2009-2017 di SD Negeri 1 Sinduaji
2017-sekarang di SD Negeri 2 Beji
Aktif di blogger sejak 2013.








